Jumat, 10 Maret 2017

Tahapan Menjadi Bunda Produktif



Materi matrikulasi pekan ini mengulas tentang bagaimana menjadi bunda produktif. Bunda Produktif sesuai dengan value di Ibu Profesional adalah bunda yang akan berikhtiar menjemput rejeki, tanpa harus meninggalkan amanah utamanya yaitu anak dan keluarga, karena “Rezeki itu pasti Kemuliaanlah yang harus dicari”. Teringat pengalaman ketika memutuskan untuk berhenti bekerja, banyak yang menyayangkan akan keputusan yang saya buat. Saya yang kala itu dipandang sudah memiliki pekerjaan yang bagus, posisi yang sesuai serta gaji yang lebih dari cukup dengan rela melepaskannya demi anak yang ingin saya asuh, ingin saya didik, ingin saya jaga dengan tangan saya sendiri. Bukan sebuah keputusan yang mudah bagi saya. Keputusan ini saya ambil setelah memikirkannya berulang kali, mendiskusikannya dengan suami serta memohon ketetapan terbaik dari Nya. Alhamdulillah, saya sangat bersyukur, suami saya mendukung apa yang menjadi keputusan saya. Rasa syukur sekali lagi saya rasakan bahwa saya dan suami memiliki pandangan yang sama yakni, “Rezeki sudah Allah atur, tidak perlu khawatir tidak kebagian rezeki. Yang terpenting adalah bisa membersamai anak dengan baik dan menjadikannya anak yang sholeh dan cerdas serta memiliki pribadi yang unggul”. Dan kini saya tengah menjalani peran saya sebagai Full Time Mom.

Tak terasa 3 tahun sudah saya menjalani kehidupan saya sebagai full time mom atau orang-orang lebih banyak mengatakan sebagai Ibu Rumah Tangga. Menjalani peran ini ternyata tidaklah mudah. Terkadang rasa lelah, ingin menyerah dan jenuh datang menghampiri. Namun saya bersyukur, Allah selalu mampu membangkitkan saya dari rasa jenuh melalui berbagai hal, mulai dari orang-orang disekitar hingga menakdirkan saya untuk dapat bergabung dengan komunitas IIP ini sehingga semangat saya untuk terus belajar, untuk terus meningkatkan kualitas diri bisa terjaga.

Berkaitan dengan materi kali ini, menjadi bunda produktif bagi saya bukan hanya sekedar mampu menghasilkan materi. Menjadi bunda produktif berarti mampu menjadi pribadi yang dapat memberi manfaat bagi dirinya sendiri, keluarga maupun lingkungan.

Dalam kondisi saya sebagai seorang ibu rumah tangga atau full time mom, menjadi produktif berarti mampu mengasuh & mendidik anak dengan sebaik-baiknya, mampu mengurus suami dengan sebaik-baiknya, mampu mengurus rumah dengan sebaik-baiknya dan mampu mengamalkan ilmu diluar rumah dengan sebaik-baiknya. Dan untuk menjadi bunda produktif harus mampu pula mengenal bakat serta potensi yang ada dalam diri, agar apa yang yang menjadi potensi tersebut dapat secara maksimal dikembangkan demi menebar manfaat. Dalam NHW #7 ini saya menjawab quisioner pada temubakat.com dengan hasil sbb (pada gambar disamping) :   

Secara keseluruhan, hasil ini banyak yang sesuai dengan karakter saya. Beberapa aktifitas yang saya lakukan saat ini pun sesuai dengan bakat yang saya miliki. Oleh sebab itu, saya akan tetap focus pada bakat saya dan menyiasati apa yang jadi kekurangan saya.

Kuadran Aktifitas

Poin terakhir dalam NHW #7 ini, adalah membuat diagram aktifitas. Berbagai aktifitas yang sehari-hari dilakukan tentunya ada yang kita sukai dan bisa kita lakukan, ada yang tidak kita sukai tapi bisa dilakukan, ada yang kita sukai namun tidak bisa dilakukan dan terakhir ada aktifitas yang tidak kita sukai dan tidak bisa kita lakukan. Segala aktifitas ini tentunya tetap berhubungan dengan bakat-bakat yang kita miliki. Dan berikut ini adalah kuadran aktifitas saya :


Bisa
Tidak Bisa
Suka
1.  Memasak & Membuat Kue
2.  Mengajar
3.  Membuat prakarya
4.  Mendongeng
1.    Berjualan
2.    Menjahit
3.    Jalan-jalan ke tempat jauh
4.    Berenang

Tidak Suka
1.    Membereskan rumah
2.    Olahraga
3.    Menyetrika
1.    Berdandan
2.    Memperbaiki alat-alat rusak