Bismillahirrohmannirrohim...
Gaya belajar visual membutuhkan kegiatan-kegiatan yang mampu memuaskan visual nya. Beragam warna, beragam bentuk dan bernagai variasi bentuk dari sebuah benda akan meningkatkan rasa suka nya dengan belajar. Seperti saat kakak bermain puzzle kubus.
Puzzle kubus yang memiliki enam sisi ini memiliki potongan gambar berbeda do setiap sisi nya yang akan menjadi gambar yang utuh jika disatukan dengan 8 kubus lainnya. Kakak memiliki mainan ini sudah sejak lama dari usia kurang dari 2 tahun. Namun, karena pada saat itu kakak masih kecil dan belum terlalu tertarik maka puzzle kubus tsb hanya tersimpan di dalam rak kalaupun dimainkan hanya disusun keatas seperti menara. Namun, beberapa hari ini kakak mulai tertarik menyusun gambar pada puzzle tsb. Beberapa kali kakak mengamati sisi demi sisi potongan gambar pada kubus hingga ia mampu mengumpulkan gambar2 sejenis yang dapat disusun menjadi sebuah gambar yang utuh. Alhamdulillah, dari kemampuan pengamatannya ini kakak jd lebih terasah pula kemampuan kognitif nya.
#kuliahbunsayIIP
#Day6
#Tantangan10hari
#Gayabelajaranak
Institut ibu profesional
Kuliah bunda sayang
Sabtu, 16 September 2017
Senin, 11 September 2017
Sepedaku, favoritku
Bismillahirrohmannirrohim...
Kecenderungan kakak memang anak kinestetik. Jadi tak heran aktifitas fisik merupakan aktifitas favorit kakak. Dan kegiatan yang selalu dilakukan hampir setiap hari adalah bersepeda. Bersepeda sekedar keliling2 kampung memiliki manfaat yang cukup banyak. Selain melatih motorik kasar kakak, melatih otot tangan dan kaki, kakak juga bisa belajar bersosialisasi bertemu dengan banyak orang, mengeksplor banyak hal untuk mengembangkan kemampuan visual maupun auditory nya serta mampu menemukan hal-hal baru untuk diketahui nya. Jadi, belajar itu tidak hanya dengan duduk manis bersama meja dan kursi bukan?
#kuliahbunsayIIP
#Day5
#Tantangan10hari
#Gayabelajaranak
Institut ibu profesional
Kuliah bunda sayang
Kecenderungan kakak memang anak kinestetik. Jadi tak heran aktifitas fisik merupakan aktifitas favorit kakak. Dan kegiatan yang selalu dilakukan hampir setiap hari adalah bersepeda. Bersepeda sekedar keliling2 kampung memiliki manfaat yang cukup banyak. Selain melatih motorik kasar kakak, melatih otot tangan dan kaki, kakak juga bisa belajar bersosialisasi bertemu dengan banyak orang, mengeksplor banyak hal untuk mengembangkan kemampuan visual maupun auditory nya serta mampu menemukan hal-hal baru untuk diketahui nya. Jadi, belajar itu tidak hanya dengan duduk manis bersama meja dan kursi bukan?
#kuliahbunsayIIP
#Day5
#Tantangan10hari
#Gayabelajaranak
Institut ibu profesional
Kuliah bunda sayang
Minggu, 10 September 2017
Brain Games
Bismillahirrohmannirrohim...
Memiliki gaya belajar visual bukan berarti sudah tidak perlu lagi mengasah kemampuan visualnya. Maka, mengajak kakak bermain brain games seperti ini selain mengasah kemampuan berfikir nya jg mengasah kemampuan visualnya. Alhamdulillah semenjak mainan ini ada sekitar setahun lalu, baru kali ini kakak antusias untuk memainkannya secara benar. Tetap semangat ya nak 😊
#kuliahbunsayIIP
#Day4
#Tantangan10hari
#Gayabelajaranak
Institut ibu profesional
Kuliah bunda sayang
Memiliki gaya belajar visual bukan berarti sudah tidak perlu lagi mengasah kemampuan visualnya. Maka, mengajak kakak bermain brain games seperti ini selain mengasah kemampuan berfikir nya jg mengasah kemampuan visualnya. Alhamdulillah semenjak mainan ini ada sekitar setahun lalu, baru kali ini kakak antusias untuk memainkannya secara benar. Tetap semangat ya nak 😊
#kuliahbunsayIIP
#Day4
#Tantangan10hari
#Gayabelajaranak
Institut ibu profesional
Kuliah bunda sayang
Sabtu, 09 September 2017
Bermain diluar dengan truk kesayangan
Bismillahirrohmannirrohim...
Anak kinestetik biasanya tidak betah berlama-lama ada di satu tempat dengan melakukan kegiatan yang menuntutnya untuk duduk manis. Maka, kegiatan bebas di luar ruangan merupakan kegiatan favorit bagi anak dengan kecemderungan gaya belajar kinestetik. Begitupun dengan kakak, main di luar bersama truk kesayangan adalah kegiatan favorit nya. Kakak bisa bebas bergerak kesana kemari, mengeksplor banyak hal, memuaskan rasa ingin tahu nya. Seperti ketika kakak berjalan-jalan ke pekarangan dibelakang rumah kami bersama truk nya. Ia mengumpulkan bernagai jenis daun, ranting pohon dan batu-batuan.
Setelah ia mengumpulkan semua itu, ia menghampiri saya dan bercerita, "tadi kakak liat daun banyaaak banget.. Ada yang kecil ada yang besar.. Ini ada yg warna hijau sama warna coklat.. Kenapa warna nya beda bu?"
Dari hal sederhana ini, dari pertanyaan kakak inilah, ibu bisa membantu kakak menggali berbagai pengetahuan tentang daun, batu dan ranting, membandingkan bentuk warna serta ukuran, mengelompokkan berdasarkan jenis dan menjadikan hasil mengumpulkannya ini sebagai sebuah prakarya.
Aah... Hal sederhana ini membuat kami, ibu dan kakak banyak belajar. Dengan gaya belajar kinestetik dan visual, kakak mampu memahami nya dengan baik.
#kuliahbunsayIIP
#Day3
#Tantangan10hari
#Gayabelajaranak
Institut ibu profesional
Kuliah bunda sayang
Anak kinestetik biasanya tidak betah berlama-lama ada di satu tempat dengan melakukan kegiatan yang menuntutnya untuk duduk manis. Maka, kegiatan bebas di luar ruangan merupakan kegiatan favorit bagi anak dengan kecemderungan gaya belajar kinestetik. Begitupun dengan kakak, main di luar bersama truk kesayangan adalah kegiatan favorit nya. Kakak bisa bebas bergerak kesana kemari, mengeksplor banyak hal, memuaskan rasa ingin tahu nya. Seperti ketika kakak berjalan-jalan ke pekarangan dibelakang rumah kami bersama truk nya. Ia mengumpulkan bernagai jenis daun, ranting pohon dan batu-batuan.
Setelah ia mengumpulkan semua itu, ia menghampiri saya dan bercerita, "tadi kakak liat daun banyaaak banget.. Ada yang kecil ada yang besar.. Ini ada yg warna hijau sama warna coklat.. Kenapa warna nya beda bu?"
Dari hal sederhana ini, dari pertanyaan kakak inilah, ibu bisa membantu kakak menggali berbagai pengetahuan tentang daun, batu dan ranting, membandingkan bentuk warna serta ukuran, mengelompokkan berdasarkan jenis dan menjadikan hasil mengumpulkannya ini sebagai sebuah prakarya.
Aah... Hal sederhana ini membuat kami, ibu dan kakak banyak belajar. Dengan gaya belajar kinestetik dan visual, kakak mampu memahami nya dengan baik.
#kuliahbunsayIIP
#Day3
#Tantangan10hari
#Gayabelajaranak
Institut ibu profesional
Kuliah bunda sayang
Jumat, 08 September 2017
Aktifitasku dihari jumat
Bismillahirrohmannirrohim..
Kemampuan belajar anak tidak lepas dari peran kita sebagai orang tua dalam menstimulasi kemampuannya. Walaupun dari beberapa pengamatan kecenderungan gaya belajar kakak adalah visual kinestetik, bukan berarti kita tidak menstimulasi kemampuan auditory nya. Maka, memberikan berbagai kegiatan yang mampu menstimulasi berbagai kemampuan anak adalah suatu keharusan.
Dari hasil pengamatan lalu, kecenderungan kakak adalah dengan gaya belajar kinestetik yaitu dengan gerak. Tentunya hal ini menjadikan kemampuan motorik kasar nya berkembang dengan sangat baik. Namun demikian, kemampuan motorik halus dan auditory nya pun harus terus diasah. Maka dari itu, pagi ini ibu mengajak kakak bermain 3 kegiatan, yaitu :
1. Menghitung jumlah gambar dan mencocokkan dengan angka.
Karena gaya belajar kakak adalah kinestetik, pastinya cara ia menghitung tidaklah biasa, dia melakukannya tidak sambil duduk manis tetapi sambil salto, loncat kesana kemari, dll. Ya ibu harus menghadapinya dengan sikap yang tenang.
2. Tracing gambar.
Mumpung kakak sedang bersemangat akhirnya kakak sendiri yang memilih untuk beain menghubungkan titik-titik (tracing). Kegiatan ini ditujukan untuk melatih motorik halus nya, mempersiapkan nya untuk dapat menulis dgn baik dan benar..
3. Mencari Huruf.
Dalam kegiatan ini kakak diminta mendengarkan instruksi dengan seksama, melihat serta memilih huruf-huruf yang sesuai dengan instruksi. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih indera pendengaran dan penglihatan.
Semoga ibu bisa terus secara konsisten menemani kakak menemukan gaya belajar yang kakak paling sukai..
#kuliahbunsayIIP
#Day2
#Tantangan10hari
#Gayabelajaranak
Institut ibu profesional
Kemampuan belajar anak tidak lepas dari peran kita sebagai orang tua dalam menstimulasi kemampuannya. Walaupun dari beberapa pengamatan kecenderungan gaya belajar kakak adalah visual kinestetik, bukan berarti kita tidak menstimulasi kemampuan auditory nya. Maka, memberikan berbagai kegiatan yang mampu menstimulasi berbagai kemampuan anak adalah suatu keharusan.
Dari hasil pengamatan lalu, kecenderungan kakak adalah dengan gaya belajar kinestetik yaitu dengan gerak. Tentunya hal ini menjadikan kemampuan motorik kasar nya berkembang dengan sangat baik. Namun demikian, kemampuan motorik halus dan auditory nya pun harus terus diasah. Maka dari itu, pagi ini ibu mengajak kakak bermain 3 kegiatan, yaitu :
1. Menghitung jumlah gambar dan mencocokkan dengan angka.
Karena gaya belajar kakak adalah kinestetik, pastinya cara ia menghitung tidaklah biasa, dia melakukannya tidak sambil duduk manis tetapi sambil salto, loncat kesana kemari, dll. Ya ibu harus menghadapinya dengan sikap yang tenang.
2. Tracing gambar.
Mumpung kakak sedang bersemangat akhirnya kakak sendiri yang memilih untuk beain menghubungkan titik-titik (tracing). Kegiatan ini ditujukan untuk melatih motorik halus nya, mempersiapkan nya untuk dapat menulis dgn baik dan benar..
3. Mencari Huruf.
Dalam kegiatan ini kakak diminta mendengarkan instruksi dengan seksama, melihat serta memilih huruf-huruf yang sesuai dengan instruksi. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih indera pendengaran dan penglihatan.
Semoga ibu bisa terus secara konsisten menemani kakak menemukan gaya belajar yang kakak paling sukai..
#kuliahbunsayIIP
#Day2
#Tantangan10hari
#Gayabelajaranak
Institut ibu profesional
Kamis, 07 September 2017
Berkunjung ke Balai Budidaya Perikanan Air Tawar
Bismillahirrohmannirrohim...
Materi di tantangan keempat ini adalah tentang Gaya Belajar Anak dengan pengelompokkan gaya belajar visual, auditory dan kinestetis. Sebelum saya menerima materi ini, saya pernah membaca beberapa tulisan mengenai gaya belajar anak. Dari beberapa pengamatan terhadap kakak Rafif (46 bln), kecenderungan gaya belajar nya adalah kinestetis dan visual. Kakak adalah anak yang selalu aktif bergerak, namun selalu tertarik dengan sesuatu yg dilihat nya menarik. Oleh karena nya, untuk memfasilitasi kemampuan belajar kakak agar terpenuhi segala rasa keingintahuannya, kegiatan-kegiatan outdoor dan membaca buku adalah pilihan utama bagi kami.
Seperti hal nya kegiatan beberapa hari lalu. Atas permintaan kakak Rafif yang memang menyukai segala hal tentang ikan, kami pergi mengunjungi Balai Budidaya Perikanan Air Tawar di kota kami. Tempat nya cukup luas. Walaupun kawasan yang dapat dikunjungi terbatas, namun kami masih bisa menikmati beberapa lokasi yang terletak diluar ruangan.
Ditempat ini, kakak bisa bebas berlari-lari menyalurkan energi nya sebagai anak kinestetis yang dikenal suka bergerak. Di tempat ini pula kakak bisa dimanjakan kebutuhan visual nya dengan mengamati berbagai jenis ikan dengan bermacam-macam jenis, warna dan ukuran. Kakak bisa belajar mengenai banyak hal, tak hanya soal ikan tapi tentang berbagai tumbuhan karena ditempat ini pula banyak ditanami pohon-pohon yang rindang. Selain berbagai aspek kohnitif yang didapat, kakak juga belajar mengbangkan aspek sosial nya, bertemu dengan banyak orang mampu meningkatkan kemampuan sosialisasi nya.
Semoga ibu dan ayah selalu bisa memfasilitasi kakak dalam belajar sesuai dengan gaya belajar yang kakak miliki.
#kuliahbunsayIIP
#Day1
#Tantangan10hari
#Gayabelajaranak
Materi di tantangan keempat ini adalah tentang Gaya Belajar Anak dengan pengelompokkan gaya belajar visual, auditory dan kinestetis. Sebelum saya menerima materi ini, saya pernah membaca beberapa tulisan mengenai gaya belajar anak. Dari beberapa pengamatan terhadap kakak Rafif (46 bln), kecenderungan gaya belajar nya adalah kinestetis dan visual. Kakak adalah anak yang selalu aktif bergerak, namun selalu tertarik dengan sesuatu yg dilihat nya menarik. Oleh karena nya, untuk memfasilitasi kemampuan belajar kakak agar terpenuhi segala rasa keingintahuannya, kegiatan-kegiatan outdoor dan membaca buku adalah pilihan utama bagi kami.
Seperti hal nya kegiatan beberapa hari lalu. Atas permintaan kakak Rafif yang memang menyukai segala hal tentang ikan, kami pergi mengunjungi Balai Budidaya Perikanan Air Tawar di kota kami. Tempat nya cukup luas. Walaupun kawasan yang dapat dikunjungi terbatas, namun kami masih bisa menikmati beberapa lokasi yang terletak diluar ruangan.
Ditempat ini, kakak bisa bebas berlari-lari menyalurkan energi nya sebagai anak kinestetis yang dikenal suka bergerak. Di tempat ini pula kakak bisa dimanjakan kebutuhan visual nya dengan mengamati berbagai jenis ikan dengan bermacam-macam jenis, warna dan ukuran. Kakak bisa belajar mengenai banyak hal, tak hanya soal ikan tapi tentang berbagai tumbuhan karena ditempat ini pula banyak ditanami pohon-pohon yang rindang. Selain berbagai aspek kohnitif yang didapat, kakak juga belajar mengbangkan aspek sosial nya, bertemu dengan banyak orang mampu meningkatkan kemampuan sosialisasi nya.
Semoga ibu dan ayah selalu bisa memfasilitasi kakak dalam belajar sesuai dengan gaya belajar yang kakak miliki.
#kuliahbunsayIIP
#Day1
#Tantangan10hari
#Gayabelajaranak
Sabtu, 19 Agustus 2017
Memasak Sayur Asem Bersama
Bismillahirrohmannirrohim...
Kebiasaan hidup yang sehat tidak lepas dari asupan makanan sehat agar tubuh senantiasa sehat. Salah satu makanan sehat adalah makanan yg mengandung serat, protein, vitamin, dll. Nah, salah satu olahan makanan yang menurut ibu lengkap kandungan gizi nya adalah sayur asem. Sayur asem terdiri dari banyak sayuran, ada labu siam, terong, kacang merah, kacang panjang, kacang tanah, melinjo, dll. Proyek kali ini, ibu dan kakak membuat sayur asem bersama.
Pagi hari kakak mengantar ibu belanja sayuran di warung sayur dengan sepeda nya. Disana kakak bantu memilih sayuran yang akan dibeli. Sesampainya di rumah, kami mulai memasak sayur asem yang sudah kami rencanakan. Tentu saja ibu dan kakak berbagi tugas. Kakak bertugas memotong kacang panjang, mengupas kacang merah, mencuci sayuran dan memasukkan sayuran kedalam panci sementara ibu membuat bumbu dan memotong sayuran yang agak keras. Selesai memberi bumbu, kami menunggu hingga sayut matang sambil sesekali mencicipi rasa. Sambil menunghu sayur matang tak lupa ibu buatkan tempe goreng sebagai pendamping makanan nanti. Setelah semua matang, ibu dan kakak segera menyajikan makanan dan makan bersama. Alhamdulillah dengan melibatkan kakak dalam proses memasak ini, kakak makan lebih lahap dari biasanya. Dia senang dan bangga dengan hasil memasaknya. Dengan melibatkan anak dalam berproses maka anak akan bisa belajar menghargai proses itu sendiri.
#Day3
#gamelevel3
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#kuliahbunsayiip
Bunda Sayang
Ibu Profesional
IIP
Kebiasaan hidup yang sehat tidak lepas dari asupan makanan sehat agar tubuh senantiasa sehat. Salah satu makanan sehat adalah makanan yg mengandung serat, protein, vitamin, dll. Nah, salah satu olahan makanan yang menurut ibu lengkap kandungan gizi nya adalah sayur asem. Sayur asem terdiri dari banyak sayuran, ada labu siam, terong, kacang merah, kacang panjang, kacang tanah, melinjo, dll. Proyek kali ini, ibu dan kakak membuat sayur asem bersama.
Pagi hari kakak mengantar ibu belanja sayuran di warung sayur dengan sepeda nya. Disana kakak bantu memilih sayuran yang akan dibeli. Sesampainya di rumah, kami mulai memasak sayur asem yang sudah kami rencanakan. Tentu saja ibu dan kakak berbagi tugas. Kakak bertugas memotong kacang panjang, mengupas kacang merah, mencuci sayuran dan memasukkan sayuran kedalam panci sementara ibu membuat bumbu dan memotong sayuran yang agak keras. Selesai memberi bumbu, kami menunggu hingga sayut matang sambil sesekali mencicipi rasa. Sambil menunghu sayur matang tak lupa ibu buatkan tempe goreng sebagai pendamping makanan nanti. Setelah semua matang, ibu dan kakak segera menyajikan makanan dan makan bersama. Alhamdulillah dengan melibatkan kakak dalam proses memasak ini, kakak makan lebih lahap dari biasanya. Dia senang dan bangga dengan hasil memasaknya. Dengan melibatkan anak dalam berproses maka anak akan bisa belajar menghargai proses itu sendiri.
#Day3
#gamelevel3
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#kuliahbunsayiip
Bunda Sayang
Ibu Profesional
IIP
Jumat, 18 Agustus 2017
Sari kurma dan madu
Bismillahirrohmannirrohim...
Menindaklanjuti proyek yang sudah kami rencanakan yaitu "Menciptakan lingkungan sehat dan menerapkan kebiasaan hidup sehat", kami memulainya dengan membersihkan segala penjuru rumah sebelum kakak kembali ke rumah karena rumah ditinggal agak lama jadi banyak debu dan kotoran. Untuk kegiatan ini hanya ibu yang melakukannya karena ayah masih di jakarta dan kakak masih dalam proses penyembuhan. Ibu sebisa mungkin membersihkan seisi rumah sebelum kakak tiba di rumah. Alhamdulillah kakak tiba di rumah dengan kondisi rumah yang bersih. Semoga kebersihan dan kenyamanan rumah ini akan selalu terjaga agar kami yang tinggal di dalamnya senantiasa sehat.
Langkah kedua agar proyek ini berjalan dengan baik adalah kembali merutinkan mengkonsumsi madu dan sari kurma. Setelah lama tidak mengkonsumsi madu dan sari kurma karena kakak memang kurang suka, akhirnya kami kembali merutinkan kedua suplemen ini. Pada awalnya kakak memang agak enggam untuk meminumnya. Namun, setelah ia melihat ibu dan ayahnya pun Meminumnya, akhirnya kakak mau untuk ikut meminumnya. Semoga hal-hal ini jadi awal yang baik bagi kami untuk terus berikhtiar agar tubuh semakin sehat..
#Day2
#gamelevel3
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#kuliahbunsayiip
Bunda Sayang
Ibu Profesional
IIP
Menindaklanjuti proyek yang sudah kami rencanakan yaitu "Menciptakan lingkungan sehat dan menerapkan kebiasaan hidup sehat", kami memulainya dengan membersihkan segala penjuru rumah sebelum kakak kembali ke rumah karena rumah ditinggal agak lama jadi banyak debu dan kotoran. Untuk kegiatan ini hanya ibu yang melakukannya karena ayah masih di jakarta dan kakak masih dalam proses penyembuhan. Ibu sebisa mungkin membersihkan seisi rumah sebelum kakak tiba di rumah. Alhamdulillah kakak tiba di rumah dengan kondisi rumah yang bersih. Semoga kebersihan dan kenyamanan rumah ini akan selalu terjaga agar kami yang tinggal di dalamnya senantiasa sehat.
Langkah kedua agar proyek ini berjalan dengan baik adalah kembali merutinkan mengkonsumsi madu dan sari kurma. Setelah lama tidak mengkonsumsi madu dan sari kurma karena kakak memang kurang suka, akhirnya kami kembali merutinkan kedua suplemen ini. Pada awalnya kakak memang agak enggam untuk meminumnya. Namun, setelah ia melihat ibu dan ayahnya pun Meminumnya, akhirnya kakak mau untuk ikut meminumnya. Semoga hal-hal ini jadi awal yang baik bagi kami untuk terus berikhtiar agar tubuh semakin sehat..
#Day2
#gamelevel3
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#kuliahbunsayiip
Bunda Sayang
Ibu Profesional
IIP
Rabu, 16 Agustus 2017
"Menciptakan lingkungan sehat dan menerapkan kebiasaan hidup sehat"
Bismillahirrohmannirrohim...
Minggu lalu adalah minggu yang cukup sibuk, menegangkan juga melelahkan. Bagaimana tidak, kakak Rafif anak yang selalu aktif dan ceria tiba2 lemas hanya bisa berbaring di tempat tidur dengan nafas yang terengah-engah. Ya, waktu itu sesak nafas kakak kambuh. Kami larikan kakak ke IGD sebuah RS dan alhamdulillah mendapat penanganan yg cepat namun dokter IGD menyatakan bahwa kakak harus dirawat di ruang PICU sementara di RS tsb ruang PICU sedang penuh jadi harus dirujuk ke RS lain. Dengan hanya ibu sendiri utk mengambil semua keputusan dan mengurus semua karena ayah sedang diluar kota, rasanya di hari itu ingin terus menangis. Tapi ibu coba untuk menguatkan diri mengurus semuanya berjam-jam dari pagi mula, hingga kakak dipindahkan ke RS lain. Alhamdulillah setelah tiba di RS yg menjadi tempat rujukan, kakak kembali ditangani oleh dokter dan kondisi saat itu hingga beberapa jam observasi, kakak berangsur membaik. Dan bersyukur sekali kakak dapat dirawat di ruang perawatan biasa tanpa harus di ruang PICU.
Beberapa hari di ruang perawatan akhirnya kakak diperbolehkan pulang untuk perawatan di rumah. Kami tidak langsung pulang ke rumah karena ayah masih di luar kota jadi kami tinggal sementara waktu di rumah nenek hingga kondisi kakak semakin membaik dan ayah pulang kembali.
Alhamdulillah kini kami sudah kembali beraktifitas seperti biasa. Kakak sudah sehat kembali, ibu pun sudah bisa kembali aktif untuk menyelesaikan satu per satu segala pekerjaan yang tertunda.
Salah satu PR ibu yang tertunda adalah game #level3 kelas bunsay. Materi baru bs ibu baca beberapa hari lalu dan wow ternyata tugasnya adalah membuat sebuah proyek. Bingung, ya benar ibu bingung, dengan masih menyesuaikan jadwal harian yang amburadul beberapa hari lalu dan segala keterbatasan waktu akhirnya ibu, kakak dan ayah mulai merencanakan sebuah proyek.
Berbekal pengalaman riwayat kesehatan kakak beberapa hari lalu, maka proyek kami kali ini adalah "Menciptakan lingkungan sehat dan menerapkan kebiasaan hidup sehat". Bukan karena selama ini lingkungan kami tidak sehat, namun dengan kondisi kakak yang seperti kemarin ada beberapa langkah khusus bagi kakak juga ibu dan ayah untuk senantiasa menjaga kesehatan, berikhtiar untuk selalu sehat.
Inilah awal perencanaan proyek kami. Diharapkan dengan adanya proyek ini, kami akan selalu konsisten untuk senantiasa menerapkan pola hidup sehat dan Semoga Allah meridhoi dan memudahkan segala ikhtiar kami.
#Day1
#gamelevel3
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#kuliahbunsayiip
Bunda Sayang
Ibu Profesional
IIP
Jumat, 04 Agustus 2017
Aliran Rasa Game #Level2
Alhamdulillahirobbil'alamin...
Setelah tantangan melatih kemandirian 10 hari berlalu, bukan berarti berhenti untuk melatihnya terus. Tantangan belum usai. Kini tantangan yang dihadapi lagi-lagi adalah soal keistiqomahan atau konsistensi. Karena menjadikan anak mandiri tidaklah instan. Perlu pembiasaan yang berkesinambungan dan contoh teladan yang konsisten. Dengan adanya game level 2 ini merupakan pijakan awal untuk membiasakan anak melakukan kegiatan mandiri. Semoga ibu selalu istiqomah dan sabar dalam membersamai kakak menjadi anak yang mandiri, bertanggungjawab dan percaya diri.
#aliranrasa
#level2
#aliranrasagamelevel2
#melatihkemandirian
#tantangan10hari
#kuliahbunsayiip
Setelah tantangan melatih kemandirian 10 hari berlalu, bukan berarti berhenti untuk melatihnya terus. Tantangan belum usai. Kini tantangan yang dihadapi lagi-lagi adalah soal keistiqomahan atau konsistensi. Karena menjadikan anak mandiri tidaklah instan. Perlu pembiasaan yang berkesinambungan dan contoh teladan yang konsisten. Dengan adanya game level 2 ini merupakan pijakan awal untuk membiasakan anak melakukan kegiatan mandiri. Semoga ibu selalu istiqomah dan sabar dalam membersamai kakak menjadi anak yang mandiri, bertanggungjawab dan percaya diri.
#aliranrasa
#level2
#aliranrasagamelevel2
#melatihkemandirian
#tantangan10hari
#kuliahbunsayiip
Sabtu, 22 Juli 2017
Kakak ingin jadi koki
Bismillahirrohmannirrohim...
Jika kakak ditanya apa cita-cita kakak? Dari usia 3 tahun kurang hingga sekarang jawabannya tetap konsisten yaitu menjadi koki. Entah kenapa profesi koki jadi pilihannya, tapi memang setiap kegiatan ibu memasak kakak selalu antusias untuk sekedar memperhatikan atau membantu. Ibu memang membolehkan kakak membantu beberapa kegiatan seperti memotong sayur dengan pisau sampai menggoreng-goreng menggunakan katel dan kompor beneran. Khawatir? Takut? Pastinya ya... Tapi ibu yakin, dengan memberi kakak kesempatan untuk mencoba kakak akan jadi anak pemberani dan mandiri setidaknya ketika kakak besar nanti kakak bisa memasak untuk dirinya sendiri.
#day10
#level2
#tantangan10hari
#kuliahbunsayiip
#bunsayiip
#melatih kemandirian
#ceritabundarafif
Jika kakak ditanya apa cita-cita kakak? Dari usia 3 tahun kurang hingga sekarang jawabannya tetap konsisten yaitu menjadi koki. Entah kenapa profesi koki jadi pilihannya, tapi memang setiap kegiatan ibu memasak kakak selalu antusias untuk sekedar memperhatikan atau membantu. Ibu memang membolehkan kakak membantu beberapa kegiatan seperti memotong sayur dengan pisau sampai menggoreng-goreng menggunakan katel dan kompor beneran. Khawatir? Takut? Pastinya ya... Tapi ibu yakin, dengan memberi kakak kesempatan untuk mencoba kakak akan jadi anak pemberani dan mandiri setidaknya ketika kakak besar nanti kakak bisa memasak untuk dirinya sendiri.
#day10
#level2
#tantangan10hari
#kuliahbunsayiip
#bunsayiip
#melatih kemandirian
#ceritabundarafif
Tidurnya kakak
Bismillahirrohmannirrohim...
Kakak itu anak yang aktif kalo orang bilang anak yang ga bisa diem. Tapi kalo sudah malam sekitar jam 8-9 kakak akan dengan sendirinya naik ke kasur untuk tidur. Ya, sedari bayi ibu memang membiasakan kakak untuk tidur tidak lebih dari jam 9 dengan cara setiap jam 9 semua lampu dimatikan dan ibu mulai membacakan beberapa surat pendek dan do'a-do'a. Alhamdulillah kebiasaan dari bayi ini terbawa hingga sekarang. Jadi walaupun kakak belum faham membaca jam, ketika jam 8-9 kakak pasti dengan sendirinya masuk ke kamar dan naik kasur untuk tidur tanpa disuruh-suruh. Tak lupa kakak selalu meminta ibu membacakan beberapa surat pendek dan do'a-do'a. Inilah salah satu kemandirian kakak yang ibu banggakan juga...
#day9
#level2
#tantangan10hari
#kuliahbunsayiip
#bunsayiip
#ceritabundarafif
Kakak itu anak yang aktif kalo orang bilang anak yang ga bisa diem. Tapi kalo sudah malam sekitar jam 8-9 kakak akan dengan sendirinya naik ke kasur untuk tidur. Ya, sedari bayi ibu memang membiasakan kakak untuk tidur tidak lebih dari jam 9 dengan cara setiap jam 9 semua lampu dimatikan dan ibu mulai membacakan beberapa surat pendek dan do'a-do'a. Alhamdulillah kebiasaan dari bayi ini terbawa hingga sekarang. Jadi walaupun kakak belum faham membaca jam, ketika jam 8-9 kakak pasti dengan sendirinya masuk ke kamar dan naik kasur untuk tidur tanpa disuruh-suruh. Tak lupa kakak selalu meminta ibu membacakan beberapa surat pendek dan do'a-do'a. Inilah salah satu kemandirian kakak yang ibu banggakan juga...
#day9
#level2
#tantangan10hari
#kuliahbunsayiip
#bunsayiip
#ceritabundarafif
Aku dan guntingku
Bismillahirrohmannirrohim...
Sejak usia 2 tahun ibu sudah mengenalkan kakak cara menggunakan gunting. Awalnya masih kaku. Ibu coba mengenalkan kakak menggunakan gunting dengan berbagai permainan salah satu nya adalah ketika ibu menyiapkan kakak kegiatan bermain memanen apel dimana ibu siapkan pohon apel dari kertas karton beserta apelnya dan kakak ibu ajak menggunting apel yang akan dipanen. Tahapan awal kakak dilatih untuk menggunting dengan satu kali "cekrek" dan dengan bertahap kakak bisa menggunting dengan lancar. Kenapa menggunting ini menjadi salah satu kegiatan yang ibu ajarkan untuk kakak? Ini berkaitan dengan kemandirian juga. Hal ini terasa manfaatnya saat sekarang. Sebagai contoh, ketika kakak ingin membuka bungkus makanan ringannya kakak tak lagi meminta dibukakan bungkusnya oleh ibu tapi kakak mencari gunting lalu membukanya sendiri. Jika kakak tidak menemukan gunting, dia hanya bertanya dimana letak gunting. Alhamdulillah kemandirian untuk hal-hal kecil.ini membuat ibu bangga pada kakak...
#day8
#level2
#melatihkemandirian
#tantangan10hari
#kuliahbunsayiip
#bunsayiip
#ceritabundarafif
Sejak usia 2 tahun ibu sudah mengenalkan kakak cara menggunakan gunting. Awalnya masih kaku. Ibu coba mengenalkan kakak menggunakan gunting dengan berbagai permainan salah satu nya adalah ketika ibu menyiapkan kakak kegiatan bermain memanen apel dimana ibu siapkan pohon apel dari kertas karton beserta apelnya dan kakak ibu ajak menggunting apel yang akan dipanen. Tahapan awal kakak dilatih untuk menggunting dengan satu kali "cekrek" dan dengan bertahap kakak bisa menggunting dengan lancar. Kenapa menggunting ini menjadi salah satu kegiatan yang ibu ajarkan untuk kakak? Ini berkaitan dengan kemandirian juga. Hal ini terasa manfaatnya saat sekarang. Sebagai contoh, ketika kakak ingin membuka bungkus makanan ringannya kakak tak lagi meminta dibukakan bungkusnya oleh ibu tapi kakak mencari gunting lalu membukanya sendiri. Jika kakak tidak menemukan gunting, dia hanya bertanya dimana letak gunting. Alhamdulillah kemandirian untuk hal-hal kecil.ini membuat ibu bangga pada kakak...
#day8
#level2
#melatihkemandirian
#tantangan10hari
#kuliahbunsayiip
#bunsayiip
#ceritabundarafif
Mencuci Tangan dan Kaki Sendiri
Bismillahirrohmannirrohim...
Kakak adalah anak yang aktif. Kakak sangat suka main diluar dan kadang lebih suka nyeker atau tidak pakai alas kaki ketika bermain yang pastinya setelah selesai bermain, pulang kerumah dalam keadaan kotor. Tangan, baju dan kaki sangat kotor. Kakak akan pulang ke rumah ketika waktu bermain yang sudah disepakati selesai. Dan ketika pulang pastinya merasa lapar dan lelah kadang langsung mengantuk dan ingin buru-buru masuk kamar untuk tidur. Tentunya dengan kondisi badan kakak yang kotor, ibu tidak mengizinkan kakak untuk langsung tidur. Maka, ibu selalu membiasakan kakak untuk mencuci tangan dan kaki terlebih dahulu setelah main diluar. Awalnya kakak sering ogah-ogahan kalau diajak mencuci tangan dan kaki. Tapi alhamdulillah proses yang tak sebentar membuahkan hasil. Selama beberapa bulan sampai saat ini kakak sudah mandiri berinisiatif sendiri untuk mencuci tangan dan kaki nya sendiri setelah pulang dari bermain di luar.
Seperti inilah membiasakan kemandirian, tak cukup hanya sehari atau dua hari tapi harus selalu konsisten agar kakak pun mampu menjadi anak yang mandiri.
#day7
#level2
#melatihkemandirian
#tantangan10hari
#kuliahbunsayiip
#bunsayiip
#ceritabundarafif
Kakak adalah anak yang aktif. Kakak sangat suka main diluar dan kadang lebih suka nyeker atau tidak pakai alas kaki ketika bermain yang pastinya setelah selesai bermain, pulang kerumah dalam keadaan kotor. Tangan, baju dan kaki sangat kotor. Kakak akan pulang ke rumah ketika waktu bermain yang sudah disepakati selesai. Dan ketika pulang pastinya merasa lapar dan lelah kadang langsung mengantuk dan ingin buru-buru masuk kamar untuk tidur. Tentunya dengan kondisi badan kakak yang kotor, ibu tidak mengizinkan kakak untuk langsung tidur. Maka, ibu selalu membiasakan kakak untuk mencuci tangan dan kaki terlebih dahulu setelah main diluar. Awalnya kakak sering ogah-ogahan kalau diajak mencuci tangan dan kaki. Tapi alhamdulillah proses yang tak sebentar membuahkan hasil. Selama beberapa bulan sampai saat ini kakak sudah mandiri berinisiatif sendiri untuk mencuci tangan dan kaki nya sendiri setelah pulang dari bermain di luar.
Seperti inilah membiasakan kemandirian, tak cukup hanya sehari atau dua hari tapi harus selalu konsisten agar kakak pun mampu menjadi anak yang mandiri.
#day7
#level2
#melatihkemandirian
#tantangan10hari
#kuliahbunsayiip
#bunsayiip
#ceritabundarafif
Merapikan Mainan Sendiri
Bismillahirrohmannirrohim...
Dalam beberapa hari ini, latihan kemandirian kakak dalam hal membersihkan bekas BAK dan BAB nya sendiri masih berlangsung. Kadang kakak masih enggan untuk membersihkannya sendiri, kadang jika kakak mau tapi masih juga harus dibersihkan ulang oleh ibu. Ya, kita masih berproses ya kak. Dan keberhasilan proses ini tidak instan, tidak cukup hanya 1 atau 2 hari hingga bisa sukses. Yang jelas adalah perlu konsistensi ibu dalam membimbing kakak.
Selama dalam proses latihan kemandirian yang ini, proses latihan kemandirian yang lain pun harus berjalan. Kemandirian ini bukan hanya mengenai hal-hal besar tapi juga dengan hal-hal yang kecil. Seperti dalam hal merapikan mainan dan buku setelah bermain. Kadang, kakak masih enggan untuk merapikan kembali mainan-mainan yang berserakan setelah selesai bermain. Disinilah perlu nya ibu untuk bisa bersabar, menahan diri untuk tidak mengomel, menahan diri untuk tidak langsung membereskan mainan-mainan tersebut dan berusaha untuk selalu menerapkan komunikasi produktif pada kakak. Dalam hal ini, ibu berusaha menjelaskan pada kakak bahwa semua milik kakak harus disayang, harus dijaga, ibu juga berudaha menjelaskan mengenai sebab akibat jika kakak tidak merapikan mainan nya. Sebagai contoh, "kalo kakak ga merapikan mainannya, mainannya bisa berserakan, kalo tiba2 terinjak bisa rusak" atau "kalo kakak belum merapikan mainan, rumah jd keliatan berantakan ga enak diliat, kalo rapi akan lebih nyaman untuk ditinggali" dan beberapa kalimat lain yang mudah dimengerti oleh kakak.
Sekali lagi, melatih kemandirian kakak bukan hanya berbicara mengenai kakak tapi juga tentang ibu yang harus terus belajar istiqomah atau konsisten, belajar sabar dan tetap belajar berkomunikasi secara produktif. Semoga Allah memudahkan ikhtiar ini. Aamiin..
#day6
#level2
#melatihkemandirian
#kuliahbunsayiip
#bunsayiip
#tantangan10hari
#ceritabundarafif
Dalam beberapa hari ini, latihan kemandirian kakak dalam hal membersihkan bekas BAK dan BAB nya sendiri masih berlangsung. Kadang kakak masih enggan untuk membersihkannya sendiri, kadang jika kakak mau tapi masih juga harus dibersihkan ulang oleh ibu. Ya, kita masih berproses ya kak. Dan keberhasilan proses ini tidak instan, tidak cukup hanya 1 atau 2 hari hingga bisa sukses. Yang jelas adalah perlu konsistensi ibu dalam membimbing kakak.
Selama dalam proses latihan kemandirian yang ini, proses latihan kemandirian yang lain pun harus berjalan. Kemandirian ini bukan hanya mengenai hal-hal besar tapi juga dengan hal-hal yang kecil. Seperti dalam hal merapikan mainan dan buku setelah bermain. Kadang, kakak masih enggan untuk merapikan kembali mainan-mainan yang berserakan setelah selesai bermain. Disinilah perlu nya ibu untuk bisa bersabar, menahan diri untuk tidak mengomel, menahan diri untuk tidak langsung membereskan mainan-mainan tersebut dan berusaha untuk selalu menerapkan komunikasi produktif pada kakak. Dalam hal ini, ibu berusaha menjelaskan pada kakak bahwa semua milik kakak harus disayang, harus dijaga, ibu juga berudaha menjelaskan mengenai sebab akibat jika kakak tidak merapikan mainan nya. Sebagai contoh, "kalo kakak ga merapikan mainannya, mainannya bisa berserakan, kalo tiba2 terinjak bisa rusak" atau "kalo kakak belum merapikan mainan, rumah jd keliatan berantakan ga enak diliat, kalo rapi akan lebih nyaman untuk ditinggali" dan beberapa kalimat lain yang mudah dimengerti oleh kakak.
Sekali lagi, melatih kemandirian kakak bukan hanya berbicara mengenai kakak tapi juga tentang ibu yang harus terus belajar istiqomah atau konsisten, belajar sabar dan tetap belajar berkomunikasi secara produktif. Semoga Allah memudahkan ikhtiar ini. Aamiin..
#day6
#level2
#melatihkemandirian
#kuliahbunsayiip
#bunsayiip
#tantangan10hari
#ceritabundarafif
Kamis, 20 Juli 2017
Kakak bisa cebok sendiri
Bismillahirrohmannirrohim...
Memulai menanamkan kemandirian pada anak membutuhkan sikap yang konsisten dari ibu sebagai orang tuanya. Dimulai dari beberapa hari lalu dengan mencoba untuk konsisten memotivasi kakak agar dapat makan sendiri secara baik dan disiplin menjadi tantangan awal ibu, karena kakak masih suka bergerak kesana kemari ditengah makan. Hal ini tidak akan instan berubah tapi insya Allah ibu yakin kakak pasti bisa. Begitupun dengan poin kedua melatih kemandirian kakak, yaitu membersihkan bekas BAK dan BAB sendiri. Untuk BAK alhamdulillah kakak sudah bisa membersihkannya sendiri, cebok lalu menyiram bekas air kencing nya. Namun, untuk BAB, kakak masih belum mau cebok sendiri, alasannya "kakak kan belum bisa bu.." jadi untuk BAB ini masih ibu yang cebokin. Tapi pernah satu kali ibu coba mengarahkan tangan kakak untuk berusaha cebok sendiri, alhamdulillah hasilnya tidak buruk. Tangan kakak sudah bisa menjangkau area yang harus dibersihkan. Sekarang yang menjadi tantangan ibu adalah bagaimana meyakinkan kakak bahwa kakak sudah bisa cebok sendiri setelah BAB. Semoga Allah memudahkan proses ini. Aamiin..
#Day5
#level2
#tantangan10hari
#melatihkemandirian
#kuliahbunsayiip
#kuliahbunsay
#ceritabundarafif
Memulai menanamkan kemandirian pada anak membutuhkan sikap yang konsisten dari ibu sebagai orang tuanya. Dimulai dari beberapa hari lalu dengan mencoba untuk konsisten memotivasi kakak agar dapat makan sendiri secara baik dan disiplin menjadi tantangan awal ibu, karena kakak masih suka bergerak kesana kemari ditengah makan. Hal ini tidak akan instan berubah tapi insya Allah ibu yakin kakak pasti bisa. Begitupun dengan poin kedua melatih kemandirian kakak, yaitu membersihkan bekas BAK dan BAB sendiri. Untuk BAK alhamdulillah kakak sudah bisa membersihkannya sendiri, cebok lalu menyiram bekas air kencing nya. Namun, untuk BAB, kakak masih belum mau cebok sendiri, alasannya "kakak kan belum bisa bu.." jadi untuk BAB ini masih ibu yang cebokin. Tapi pernah satu kali ibu coba mengarahkan tangan kakak untuk berusaha cebok sendiri, alhamdulillah hasilnya tidak buruk. Tangan kakak sudah bisa menjangkau area yang harus dibersihkan. Sekarang yang menjadi tantangan ibu adalah bagaimana meyakinkan kakak bahwa kakak sudah bisa cebok sendiri setelah BAB. Semoga Allah memudahkan proses ini. Aamiin..
#Day5
#level2
#tantangan10hari
#melatihkemandirian
#kuliahbunsayiip
#kuliahbunsay
#ceritabundarafif
Minggu, 16 Juli 2017
Kakak belajar membersihkan diri
Bismillahirrohmannirrohim..
Salah satu poin mengenai melatih kemandirian kakak yang lain adalah melatih untuk bisa membersihkan diri setelah BAK maupun BAB. Alhamdulillah kakak sudah lulus toilet training di usia 22 bulan. Setiap kali kakak mau BAK ataupun BAB selalu bilang dan alhamdulillah tak pernah mengompol. Namun untuk urusan membersihkan bekas BAK maupun BAB selalu dibantu oleh ibu. Pernah ibu coba biarkan kakak membersihkan bekas BAK nya namun ada saja yang kurang bersih yang menjadikan ibu belum bisa mempercayai kakak, ditambah dengan ayah yang sangat apik dalam kebersihan, khawatir ada sisa najis yang terinjak atau apalah, jadi untuk menghindari hal-hal itu ibu selalu membantu kakak membersihkan bekas BAK dan BAB nya. Namun, sepertinya hal ini harus diubah secara perlahan dan terarah. Mengingat kakak sudah mulai besar, dan suatu saat jika kakak sekolah, maka kakak harus bisa menguris diri nya sendiri dan tidak merepotkan orang lain. Maka, mulai dari sekarang, ibu mencoba memantapkan hati, meyakinkan diri bahwa kakak pasti bisa membersihkan bekas BAK maupun BAB nya dengan bersih. Perlahan ibu akan terus membimbing kakak melakukan semua nya sendiri. Walau suka geregetan pengen ikut bantu, tp ibu harus bisa menjaga agat kakak bisa jadi anak yang mandiri dan bertanggung jawab. Bismillah ya Kak, pasti bisa!!!
#melatihkemandirian
#bunsayiip
#kuliahbunsayiip
#level2
#tantangan10hari
#ceritabundarafif
#day4
Salah satu poin mengenai melatih kemandirian kakak yang lain adalah melatih untuk bisa membersihkan diri setelah BAK maupun BAB. Alhamdulillah kakak sudah lulus toilet training di usia 22 bulan. Setiap kali kakak mau BAK ataupun BAB selalu bilang dan alhamdulillah tak pernah mengompol. Namun untuk urusan membersihkan bekas BAK maupun BAB selalu dibantu oleh ibu. Pernah ibu coba biarkan kakak membersihkan bekas BAK nya namun ada saja yang kurang bersih yang menjadikan ibu belum bisa mempercayai kakak, ditambah dengan ayah yang sangat apik dalam kebersihan, khawatir ada sisa najis yang terinjak atau apalah, jadi untuk menghindari hal-hal itu ibu selalu membantu kakak membersihkan bekas BAK dan BAB nya. Namun, sepertinya hal ini harus diubah secara perlahan dan terarah. Mengingat kakak sudah mulai besar, dan suatu saat jika kakak sekolah, maka kakak harus bisa menguris diri nya sendiri dan tidak merepotkan orang lain. Maka, mulai dari sekarang, ibu mencoba memantapkan hati, meyakinkan diri bahwa kakak pasti bisa membersihkan bekas BAK maupun BAB nya dengan bersih. Perlahan ibu akan terus membimbing kakak melakukan semua nya sendiri. Walau suka geregetan pengen ikut bantu, tp ibu harus bisa menjaga agat kakak bisa jadi anak yang mandiri dan bertanggung jawab. Bismillah ya Kak, pasti bisa!!!
#melatihkemandirian
#bunsayiip
#kuliahbunsayiip
#level2
#tantangan10hari
#ceritabundarafif
#day4
Semoga selalu istiqomah
Bismillahirrohmannirrohim..
Hari ini sudah hari ke-empat ibu membiasakan kakak makan sendiri. Ibu masih sering geregetan sih kalo liat kakak makan, yang tiba-tiba bergerak sana sini ditengah waktu makan atau sambil ngobrol sana sini. Waktu kakak banyak gerak itu, rasanya ingin sekali mengambil piring nya lalu menyuapinya sampai habis. Tapi ya kalo ibu nya kalah sama "gereget" nya ibu, kakak akan lebih susah untuk bisa makan dengan tertib nanti nya. Sekarang ini, ketika ibu melihat kakak bergerak kesana kemari ditengah makan, ibu akan coba untuk tetap tenang sambil mengingatkan kakak agar tetap tertib ketika makan. Alhamdulillah walau harus mengingatkan beberapa kali kakak mampu menyelesaikan makannya dengan bain dan semakin baik dari hari ke hari. Semoga keistiqomahan ibu dan kakak tetap terjaga hingga kemandirian itu muncul dari kesadaran diri sendiri.
#melatihkemandirian
#bunsayiip
#kuliahbunsayiip
#level2
#tantangan10hari
#ceritabundarafif
#day3
| Makanan kakak yang habis sendiri |
Hari ini sudah hari ke-empat ibu membiasakan kakak makan sendiri. Ibu masih sering geregetan sih kalo liat kakak makan, yang tiba-tiba bergerak sana sini ditengah waktu makan atau sambil ngobrol sana sini. Waktu kakak banyak gerak itu, rasanya ingin sekali mengambil piring nya lalu menyuapinya sampai habis. Tapi ya kalo ibu nya kalah sama "gereget" nya ibu, kakak akan lebih susah untuk bisa makan dengan tertib nanti nya. Sekarang ini, ketika ibu melihat kakak bergerak kesana kemari ditengah makan, ibu akan coba untuk tetap tenang sambil mengingatkan kakak agar tetap tertib ketika makan. Alhamdulillah walau harus mengingatkan beberapa kali kakak mampu menyelesaikan makannya dengan bain dan semakin baik dari hari ke hari. Semoga keistiqomahan ibu dan kakak tetap terjaga hingga kemandirian itu muncul dari kesadaran diri sendiri.
#melatihkemandirian
#bunsayiip
#kuliahbunsayiip
#level2
#tantangan10hari
#ceritabundarafif
#day3
Sabtu, 15 Juli 2017
Nasi Timbel Kakak
Bismillahirrohmannirrohin..
Beberapa hari lalu kakak ikut bersama ibu ke sekolah untuk rapat persiapan tahun ajaran baru. Alhamdulillah kakak kooperatif sekali, asyik bermain tanpa mengganggu rapat dan kegiatan beres-beres ibu bersama guru lain. Sampai seorang ibu penjual timbel beserta lauk pauk mampir ke sekolah kami. Waktu itu kami memang sedang beristirahat. Tiba-tiba kakak minta dibelikan ayam goreng dengan nasi nya dan dia pun bilang "kakak mau makan sendiri". Sempat ragu juga, ini kan bukan di rumah tp di tempat umum, apa kakak bisa makan sendiri tanpa sendok sambil duduk tanpa kemana-mana atau sambil bermain? Tapi karena kakak keukeuh, ibu coba meyakinkan diri bahwa kakak pasti bisa, kalau ibu tidak memberinya kesempatan dan kepercayaan kapan kakak akan bisa. Dan akhirnya ibu belikan kakak satu timbel berikut dengan ayam goreng kesukaannya. Setelah kakak mencuci tangannya sendiri, ia duduk di salah satu sudut kelas untuk memulai makan dan tak lupa membaca doa sebelum makan. Ibu tinggalkan kakak dengan makanannya, dengan terlebih dahulu mengatakan "kakak anak hebat bisa makan sendiri yaa". Ibu coba terus meyakinkan diri kakak bisa bertahan untuk menyelesaikan makanannya. Ketika waktu sudah beberapa menit berjalan ibu melihat kakak sudah berjalan-jalan siap bermain lagi. Langsung ibu mengecek tempat kakak dukuk. Dan ternyata nasi timbel masih sisa setengah lagi dan ayam goreng nya pun tidak habis. Agak kecewa melihat kakak malah asyik main lagi tanpa menyelesaikan makannya setidaknya membereskan bekas makanannya. Tapi ya dipikir lagi, nasi timbel yg disediakan bukan porsi kakak tapi porsi orang dewasa, jadi sebenarnya alhamdulillah bersyukur sekali kakak bisa menyelesaikan makannya walaupun masih ada PR nya yaitu membereskan tempat makan setelah makan.
Dari cerita ini, ada pengalaman baru lagi untuk ibu bahwa ibu harus memulai memberi kepercayaan bagi kakak agar tumbuh rasa keberanian dan kemandirian.
#ceritabundarafif
#level2
#latihankemandirian
#bunsayiip
#kuliahbunsayiip
#tantangan10hari
Beberapa hari lalu kakak ikut bersama ibu ke sekolah untuk rapat persiapan tahun ajaran baru. Alhamdulillah kakak kooperatif sekali, asyik bermain tanpa mengganggu rapat dan kegiatan beres-beres ibu bersama guru lain. Sampai seorang ibu penjual timbel beserta lauk pauk mampir ke sekolah kami. Waktu itu kami memang sedang beristirahat. Tiba-tiba kakak minta dibelikan ayam goreng dengan nasi nya dan dia pun bilang "kakak mau makan sendiri". Sempat ragu juga, ini kan bukan di rumah tp di tempat umum, apa kakak bisa makan sendiri tanpa sendok sambil duduk tanpa kemana-mana atau sambil bermain? Tapi karena kakak keukeuh, ibu coba meyakinkan diri bahwa kakak pasti bisa, kalau ibu tidak memberinya kesempatan dan kepercayaan kapan kakak akan bisa. Dan akhirnya ibu belikan kakak satu timbel berikut dengan ayam goreng kesukaannya. Setelah kakak mencuci tangannya sendiri, ia duduk di salah satu sudut kelas untuk memulai makan dan tak lupa membaca doa sebelum makan. Ibu tinggalkan kakak dengan makanannya, dengan terlebih dahulu mengatakan "kakak anak hebat bisa makan sendiri yaa". Ibu coba terus meyakinkan diri kakak bisa bertahan untuk menyelesaikan makanannya. Ketika waktu sudah beberapa menit berjalan ibu melihat kakak sudah berjalan-jalan siap bermain lagi. Langsung ibu mengecek tempat kakak dukuk. Dan ternyata nasi timbel masih sisa setengah lagi dan ayam goreng nya pun tidak habis. Agak kecewa melihat kakak malah asyik main lagi tanpa menyelesaikan makannya setidaknya membereskan bekas makanannya. Tapi ya dipikir lagi, nasi timbel yg disediakan bukan porsi kakak tapi porsi orang dewasa, jadi sebenarnya alhamdulillah bersyukur sekali kakak bisa menyelesaikan makannya walaupun masih ada PR nya yaitu membereskan tempat makan setelah makan.
Dari cerita ini, ada pengalaman baru lagi untuk ibu bahwa ibu harus memulai memberi kepercayaan bagi kakak agar tumbuh rasa keberanian dan kemandirian.
#ceritabundarafif
#level2
#latihankemandirian
#bunsayiip
#kuliahbunsayiip
#tantangan10hari
Kamis, 13 Juli 2017
Anakku anak yang mandiri
Bismillahirrohmannirrohim...
Alhamdulillah kelas bunda sayang sudah memasuki bulan kedua dengan materi baru juga tantangan yang baru. Materi dan tantangan di bulan kedua ini adalah tentang kemandirian. Tema yang sangat cocok sekali dengan kondisi ibu dan kakak saat ini yang ingin mengkonsistenkan diri melatih kemandirian kakak.
Untuk hal kemandirian ini, ada beberapa poin kemandirian yang ingin ibu latih untuk kakak, diantaranya adalah :
1. Mandiri untuk makan sendiri
2. Membersihkan BAB & BAK sendiri (cebok sendiri)
3. Mandi sendiri
4. Memakai baju sendiri
5. Dan beberapa kegiatan keseharian yang harus diselesaikan sendiri
Dari poin-poin diatas, sebenarnya kakak sudah bisa melakukan semuanya sendiri. Lalu apa tantangannya? Sebenarnya, tantangannya ada pada diri ibu sendiri. Hal yang ibu sadari saat ini adalah ibu terlalu sering melakukan intervensi terhadap berbagai kegiatan kemandirian kakak yang sebenarnya bisa kakak lakukan sendiri.
Sebagai contoh, untuk utusan makan. Kakak sudah bisa makan sendiri, mengambil makanan dengan sendok lalu menyuapkannya ke mulut sudah lancar bisa kakak lakukan. Namun, seperti beberapa tulisan ibu yang lalu bahwa kakak adalah anak dengan tipe kinestetik yang badannya akan sangat nyaman jika ia bisa bergerak bebas kesana kemari. Jadi, ketika waktu makan tiba di beberapa menit awal kakak akan bisa duduk manis menikmati makanannya, namun beberapa menit kemudian ketika makanan belum habis dimakan, kakak sudah bergerak kesana kemari dan seringkali makanannya akan terlantar, dan ibu yang geregetan melihatnya karena terlalu lama membiarkan makanannya, akan langsung mengambil piringnya lalu menyuapi kakak makan sambil melihatnya bergerak kesana kemari sampai makanannya habis. Salah satu yang ibu syukuri adalah kakak bukan anak yang susah makan sangat jatang sekali GTM, makannya "bagus" tapi ya dengan bantuan suapan ibu.
Dan saat ini ibu menyadari kesalahan ibu yang terlalu mengintervensi kegiatan kemandirian kakak. Apalagi saat ini ibu sedang hamil adik nya kakak, semakin terbayang jika kakak masih seperti ini nanti jika adiknya lahir, mungkin ibu akan kerepotan atau mungkin kebutuhan kakak akan sedikit terbengkalai karena ia belum mampu memenuhi kebutuhannya secara mandiri. Maka, dengan adanya tantangan level #2 ini semakin menguatkan tekad ibu untuk berusaha melatih kemandirian kakak. Bukan karena ibu tidak mau kerepotan oleh kakak, karena semua ibu pasti akan melakukan apapun demi anaknya. Hal ini demi kakak sendiri, agar kakak jadi anak mandiri, berani dan percaya diri untuk bekalnya dimasa depan.
Jadi, mulai dari hari ini ibu akan berusaha untuk meminimalisasi intervensi dalam berbagai kegiatan kemandirian kakak. Semoga Allah memudahkan ikhtiar ini karena tiada pertolongan yang paling utama melainkan dari Nya.
#level2
#bunsayiip
#melatihkemandirian
#tantangan10hari
#kuliahbunsayiip
#day1
#ceritabundarafif
Alhamdulillah kelas bunda sayang sudah memasuki bulan kedua dengan materi baru juga tantangan yang baru. Materi dan tantangan di bulan kedua ini adalah tentang kemandirian. Tema yang sangat cocok sekali dengan kondisi ibu dan kakak saat ini yang ingin mengkonsistenkan diri melatih kemandirian kakak.
Untuk hal kemandirian ini, ada beberapa poin kemandirian yang ingin ibu latih untuk kakak, diantaranya adalah :
1. Mandiri untuk makan sendiri
2. Membersihkan BAB & BAK sendiri (cebok sendiri)
3. Mandi sendiri
4. Memakai baju sendiri
5. Dan beberapa kegiatan keseharian yang harus diselesaikan sendiri
Dari poin-poin diatas, sebenarnya kakak sudah bisa melakukan semuanya sendiri. Lalu apa tantangannya? Sebenarnya, tantangannya ada pada diri ibu sendiri. Hal yang ibu sadari saat ini adalah ibu terlalu sering melakukan intervensi terhadap berbagai kegiatan kemandirian kakak yang sebenarnya bisa kakak lakukan sendiri.
Sebagai contoh, untuk utusan makan. Kakak sudah bisa makan sendiri, mengambil makanan dengan sendok lalu menyuapkannya ke mulut sudah lancar bisa kakak lakukan. Namun, seperti beberapa tulisan ibu yang lalu bahwa kakak adalah anak dengan tipe kinestetik yang badannya akan sangat nyaman jika ia bisa bergerak bebas kesana kemari. Jadi, ketika waktu makan tiba di beberapa menit awal kakak akan bisa duduk manis menikmati makanannya, namun beberapa menit kemudian ketika makanan belum habis dimakan, kakak sudah bergerak kesana kemari dan seringkali makanannya akan terlantar, dan ibu yang geregetan melihatnya karena terlalu lama membiarkan makanannya, akan langsung mengambil piringnya lalu menyuapi kakak makan sambil melihatnya bergerak kesana kemari sampai makanannya habis. Salah satu yang ibu syukuri adalah kakak bukan anak yang susah makan sangat jatang sekali GTM, makannya "bagus" tapi ya dengan bantuan suapan ibu.
Dan saat ini ibu menyadari kesalahan ibu yang terlalu mengintervensi kegiatan kemandirian kakak. Apalagi saat ini ibu sedang hamil adik nya kakak, semakin terbayang jika kakak masih seperti ini nanti jika adiknya lahir, mungkin ibu akan kerepotan atau mungkin kebutuhan kakak akan sedikit terbengkalai karena ia belum mampu memenuhi kebutuhannya secara mandiri. Maka, dengan adanya tantangan level #2 ini semakin menguatkan tekad ibu untuk berusaha melatih kemandirian kakak. Bukan karena ibu tidak mau kerepotan oleh kakak, karena semua ibu pasti akan melakukan apapun demi anaknya. Hal ini demi kakak sendiri, agar kakak jadi anak mandiri, berani dan percaya diri untuk bekalnya dimasa depan.
Jadi, mulai dari hari ini ibu akan berusaha untuk meminimalisasi intervensi dalam berbagai kegiatan kemandirian kakak. Semoga Allah memudahkan ikhtiar ini karena tiada pertolongan yang paling utama melainkan dari Nya.
#level2
#bunsayiip
#melatihkemandirian
#tantangan10hari
#kuliahbunsayiip
#day1
#ceritabundarafif
Langganan:
Postingan (Atom)





















